Sabtu, 06 Desember 2014

M. JASIN HARAP ULAMA IKUT SOSIALISASIKAN

Irjen Kementerian Agama M. Jasin menyatakan, para ulama diperlukan untuk ikut melakukan sosialisasi  penguatan pemahaman masyarakat, bahwa kewajiban untuk menunaikan ibadah haji hanya sekali seumur hidup.

“Para ulama kini sudah harus ikut berperandalam hal ini,” harap M. Jasin saat menjadi pembicara dalam Silaturahim, Evaluasi dan Sarasehan Haji 2014 yang diselenggarakan Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu-NU), Jakarta, Kamis (04/12-2014).

Sebab, lanjut M. Jasin, diiperlukan dukungan dan kesadaran dari masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada orang lain yang belum berhaji. Jadi, haji sekali dalam seumur hidup adalah hukumnya wajib. Sementara yang sudah berhaji hukumnya sunnah. Jangan sampai yang sunnah mengalahkan yang wajib.

Ia mengakui untuk memberlakukan haji hanya sekali bagi seseorang dalam seumur hidup tersebut, diperlukan dukungan dan kesadaran dari masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada orang lain yang belum berhaji.

Pada acara yang mengambil tema Tingkatkan Persaudaraan dan Produktivitas itu, hadir Ketua Asbihu-NU, H. Hafidz Taftazani, H. Amir Machmuddin Aziz selaku Head of Business Development Asbihu-NU dan pendiri Asbihu-NU, KH Nuril Huda.

M Jasin mengingatkan, jumlah warga negara Indonesia yang mendaftar untuk menunaikan ibadah haji terus meningkat. Di sisi lain kuota haji terbatas, sehingga jumlah jamaah haji tunggu meningkat. Tentu saja hal ini mengakibatkan semakin lamanya masa tunggu jamaah haji untuk bisa berangkat ke Tanah Haram. (Machfudh)

Tidak ada komentar: