Selasa, 18 November 2014

Peduli Terhadap Sesama, Saling Dukung

Orang-orang yang beriman niscaya bersatu padu, berpegang teguh pada tali Allah (agama tauhid), dan tidak berpecah belah. Saling perduli terhadap sesama, saling dukung mendukung dalam hal kebaikan. Saling ingat-mengingatkan satu sama lain, agar semua dapat bergantung pada tali Allah.

Dalam Surah (03) Ali ‘Imran Ayat 103, Allah SWT berfirman;
 
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. 3 : 103)

Ayat diatas mengandung perumpamaan, seperti orang-orang yang berjuang di dalam air agar tidak tenggelam. Dan dengan pertolongan Allah, akhirnya mereka mendapat uluran tali yang kuat untuk menyelamatkan diri.

Semua berpegang kuat-kuat pada tali itu, mereka saling dukung-mendukung, sehingga menambah besarnya harapan untuk dapat diselamatkan.(1)

Konteks ayat tersebut, bahwa Yasrib, Madinah dahulu, pernah diporak-porandakan oleh perang saudara dan kesukuan, serta pertentangan yang hebat sebelum Rasulullah SAW menapakkan kakinya yang suci ke permukaan tanah ini.

Setelah itu, ia menjadi kota Nabi, Madinatur-rasuul, tempat tali persaudaraan yang tidak ada bandingannya, dan menjadi poros Islam.(2)

Ayat tersebut berpesan, agar orang beriman mengaitkan diri satu dengan yang lain, yaitu dengan tuntunan (agama tauhid) Allah SWT, sambil menegakkan disiplin. Kalau ada yang lupa, agar saling ingat-mengingatkan. Atau, bila ada yang tergelincir, dibantu untuk bangkit, agar semua dapat bergantung dan berpegangan pada tali Allah.(3)

Dalam menghindari perpecahan, niscaya ada kelompok yang peduli terhadap sesama, mengajak untuk kebaikan, mengajak orang untuk berbuat baik, dan melarang dalam perbuatan mungkar. Allah SWT berfirman dalam Surah (03) Ali ‘Imran Ayat 104;
 
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. 3 : 104)

Ma’ruf ialah segala perbuatan yang dikenal dan diketahui baik, dan mendekatkan kita kepada Allah.(4) Sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang tidak dikenal, diingkari, perkara yang keji dan menjauhkan kita daripada-Nya.(5)

Masyarakat muslim yang ideal, ialah penuh kebahagiaan, tidak terganggu oleh perselisihan atau rasa curiga, punya kepastian, kuat, bersatu dan sejahtera. Semua itu mengajak kepada yang baik; mengajak kepada kebaikan dan mencegah segala kejahatan.(6)

Masyarakat Islam yang ideal, ialah yang terhindar dari perselisihan dan perpecahan, apa pun alasannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surah (03) Ali ‘Imran Ayat 105;
 
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Q.S. 3 : 105)

(Machfudh)

Sumber : Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI.
(1)       Abdullah Yusuf Ali, Qur’an Terjemahan dan Tafsirnya, 149, footnote 429.
(2)       Abdullah Yusuf Ali, Qur’an Terjemahan dan Tafsirnya, 149, footnote 430.
(3)       M. Quraish Shihab, Tafsir Al Mishbah, volume 2,(Jakarta; Lentera Hati, 2000), hal. 158 - 160.
(4)       Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al Munawwir, (Surabaya; Pusaka Progresif, 1984), hal. 988 – 989.
(5)       Al Qur’an dan Terjemahnya, footnote 217, Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al Munawwir, 1561.
Abdullah Yusuf Ali, Qur’an Terjemahan dan Tafsirnya, 150, footnote 431.

Tidak ada komentar: