Kamis, 21 Agustus 2014

Ustadz Arifin Ilham : Jadi Pasukan Hamas, Harus Hafal Minimal 3 Juz

Jihad, kerap kali dikumandangkan kaum muslimin di Indonesia, terutama berjihad ke medan perang. Salah satunya ikut berperang di jalur Gaza, akan tetapi menjadi pasukan Hamas tidak semudah yang dibayangkan.

Menurut Ustadz Arifin Ilham, bahwa Hamas tidak membutuhkan lagi bantuan tentara, melainkan hanya membutuhkan bantuan kemanusiaan. “Karena akan mengacaukan strategi perang mereka. Lagi pula, kita tidak akan bisa masuk menjadi tentara Hamas, karena syaratnya minimal wajib hafal tiga juz Al Qur’an,” terangnya kepada Machfudh di Masjid Asy Syarif, BSD, Tangerang, Minggu (17/08-2014).

Makanya orang munafik tidak bisa masuk menjadi tentara Hamas, tambahnya, karena itu Israel walau digjaya dengan alat perang yang canggih tidak bisa menembus dan masuk ke wilayah jalur Gaza.

“Kota itu di jaga oleh Allah SWT. Kehadiran para malaikat, diundang oleh mujahid-mujahid Al Qur’an, mujahid-mujahid dakwah, dan mujahid-mujahid sunnah. Sebab, setiap huruf Al Qur’an yang mereka hafal, maka mereka akan dijaga oleh para malaikat,” papar Ustadz Arifin Ilham disela acara Dzikir dan Do’a untuk Gaza.

Bisa dibayangkan, tambahnya, bahwa Israel yang begitu hebat, tidak mampu menguasai Gaza. “Bertahun-tahun dan berbagai macam cara, bahkan sekarang sangat memalukan. Mereka (Israel) mengemis minta damai. Jadi mujahid tidak pernah kalah, kalau bahasa Imam Ghazali itu, al mukmin lam yakun maqluban,” terangnya.

Menurut Ustadz Arifin Ilham, bahwa selama ini pasukan Hamas tidak pernah kalah. “Karena sakit itu rahmat, musibah itu ampunan, kematian itu ridhanya Allah. Jangan dianggap musibah di jalur Gaza, tapi disana justru bertaburan rahmat Allah SWT,” katanya.

Lebih jauh lagi, Ustads Arifin Ilham mengungkapkan bahwa para syuhada di jalur Gaza itu meninggal dalam keadaan yang mulia di sisi Allah SWT. “Justru kita ini yang di Indonesia menjadi persoalan, kita tiak tahu meninggalnya akan seperti apa? Perhatian kita semua kepada saudara kita di jalur Gaza, hanya bisa diwujudkan dengan nyata dengan cara berdo’a bersama dan berinfaq,” tandasnya. (Machfudh)

Tidak ada komentar: