Kamis, 21 Agustus 2014

Ustadz Muhammad Thalib – Pasukan Milisi Kebanyakkan dari Muallaf

Berdasarkan hasil lawatan yang dilakukan Amir Majelis Mujahidin, Ustadz Muhammad Thalib, ke tanah Sham (Suriah). Ditemukan fakta bahwa sebagian besar pasukan milisi ISIS, berasal dari pendatang, orang-orang asing yang baru memeluk agama Islam.

“Jumlah pengikut ISIS di lapangan itu, justru tidak banyak. Malah mereka itu datang dari orang-orang asing, istilah mereka adalah kaum Muhajirin. Jadi, bukan dari orang Suriah sendiri, mereka berasal dari Inggris, Skotlandia, Kanada dan negara lainnya,” ungkapnya kepada Machfudh di markas Majelis Mujahidin, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Sabtu (09/08-2014).

Menurutnya hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar, kenapa yang direkrut dari kalangan muallaf?

“Kenapa orang Suriah sendiri tidak mau menjadi pasukan milisi? Misalnya dari Australia, baru jadi muallaf sekitar tiga bulan. Semua karena tidak ada target pemahaman Islam dalam tubuh ISIS, bahkan Al Baghdadi sendiri tidak mengerti tentang Islam,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, Ustadz Muhammad Thalib, mengungkapkan bahwa Al Baghdadi sendiri di kalangan orang Suriah tidak diakui. “Tetapi, kok mampu mendatangkan ribuan orang dari negara lain ke tanah Sham,” ujarnya.

Hal tersebut setelah dicermati dengan seksama oleh Amir Majelis Mujahidin, didapi fakta ketika Al Baghdadi membantai atau menghabisi kaum muslimin di daerah tertentu dengan alasan bahwa mereka yang dibantai disebut sebagai orang kafir, murtad dan lain sebagainya.

“Itu karena orang-orang asing yang datang ke tanah Sham tidak mengetahui tentang seluk beluk di Suriah. Padahal yang dibunuhi itu adalah orang Islam sendiri, namun oleh Al Baghdadi dikatakan bahwa mereka bukan muslim, tapi orang Kristen, Yahudi, Kafir dan lainnya,” paparnya.

Fakta tersebut sudah tentu berbeda dengan kabar yang berkembangan belakangan ini, dimana isu yang merebak bahwa ISIS membunuh dan membantai kaum Kristen dan Yahudi. “Padahal yang dibunuhi itu sebenarnya adalah kaum muslimin sendiri, yang disebut oleh Al Baghdadi sebagai orang Kristen dan Yahudi,” tandas Ustadz Muhammad Thalib. (Machfudh)

Tidak ada komentar: