Selasa, 23 September 2014

Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Agama RI : Semua Orang Dambakan Perdamaian

Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, mengikuti “Gerak Jalan Perdamaian” yang diselenggarakan The Wahid Institute (WI), dalam rangka memperingati International Day of Peace (Hari Perdamaian Internasional) 2014, Minggu, (21/09-2014) di Jakarta.

Gerak jalan dimulai pukul 06.30 WIB dari Patung Harjuna Wiwaha Monas, melintasi dan mengitari Bundaran HI, kemudian finish di jalan Imam Bonjol. 

Dalam sambutannya, Menag menyatakan bahwa pada hakikatnya, setiap manusia, mendambakan perdamaian.

“Kegiatan ini tidak sekedar untuk memperingati hari perdamaian internasional. Namun lebih dari itu, yakni dalam rangka meneguhkan dan menegaskan komitmen kita bersama, betapa pentingnya perdamaian bagi kehidupan. Karena pada dasarnya, setiap orang, mendambakan perdamaian, meski kita beda keyakinan, agama dan kepercayaan,” terang Menag.

Indonesia, menurut Lukman Hakim Syaifuddin, sangat beragam, majemuk dan plural. “Kita mempunyai perbedaan dihampir setiap sektor dan segi kehidupan. Sebesar, setajam dan sekeras apa pun perbedaan itu, bisa kita satukan dengan iktikad untuk mewujudkan perdamaian. Terima kasih The Wahid Institute, Gus durian, Komunitas Lintas Agama, dan lain sebagainya,” pekiknya.

Dalam sambutannya, WI yang diwakili Yenny Wahid, menyerukan, untuk melupakan sejenak konflik. “Mari, kita sejenak melupakan konflik, meletakkan senjata, berdamai dengan lingkungan dan diri sendiri,” seru Yenny.

Gerak Jalan Perdamaian ini, juga untuk memperingati ulang tahun ke-10 WI dan kebetulan, Gus Dur dilahirkan pada bulan September. Gerak Jalan Perdamaian ini kali, mendapatkan penghargaan Rekor MURI, sebagai Gerak Jalan Perdamaian dengan jumlah peserta terbanyak komunitas, yakni 144 Komunitas, dan merupakan gerak jalan dengan peserta komunitas terbanyak di dunia yang pernah ada.

Penghargaan MURI diserahkan langsung oleh Jaya Suprana kepada Yenny Wahid. Dalam sambutannya, Jaya Suprana memuji Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin.

“Saya melihat, dalam diri Pak Menag ini, ada sukma Gus Dur, semoga 10 tahun ke depan bisa nyalon presiden,” gurau Bos Jamu Jago ini disambut tepuk tangan.

Jaya juga melihat, Gus Dur merupakan sosok yang luar biasa. “Kita bisa berkumpul di sini, karena Gus Dur. WI didirikan Gus Dur untuk mempererat perdamaian. Karena menurut Gus Dur, perdamaian adalah sebuah keniscayaan,” urai Jaya.

Dalam gerak jalan ini, hadir juga beberapa tokoh, baik nasional maupun internasional, termasuk Duta Besar Australi dan Duta Besar Norwegia. (Machfudh)

Tidak ada komentar: