Jumat, 26 September 2014

Titik Tolak Peningkatan Kualitas PAI

Pelaksanaan implementasi kurikulum 2013, PAI (Pendidikan Agama Islam), merupakan titik tolak bagi peningkatan kualitas di sekolah secara umum. Berkualitas atau tidaknya PAI, tergantung pada sejauhmana dapat terpenuhinya kebutuhan pengguna atau pemanfaat pendidikan itu sendiri.

“Kualitas PAI, tergantung pada terpenuhi atau tidaknya kepuasan pengguna (customer satisfaction) pendidikan itu sendiri, baik peserta didik ataupun orang tua / masyarakat,” demikian disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI), Amin Haedari, saat membuka Bimbingan Teknis Kurikulum 2013, PAI SD, wilayah Jambi, Selasa (23/09-2014).

Bagi Direktur PAI, Kurikulum 2013, menjadi awal mula bagi upaya perbaikan pembelajaran. Jika selama ini guru sangat dominan sebagai satu-satunya sumber ilmu, ke depan, guru bergeser perannya menjadi tutor atau fasilitator bagi peserta didik.

Guru harus benar-benar mendorong peserta didik untuk aktif, kreatif dan inovatif, serta selalu mencari tahu dalam pembelajaran. Dalam pandangan alumnus IAIN Sunan Kalijaga ini, terdapat 2 (dua) hal pokok yang harus diperbaiki dalam pembelajaran PAI, yaitu proses dan penilaian.

Pada proses pembelajaran, Guru PAI tidak lagi mementingkan ranah pengetahuan saja, tetapi juga ranah ketrampilan dan ranah pembentukan sikap, serta karakter peserta didik. Sedangkan pada penilaian, menurut Amin Haedari, sudah saatnya Guru PAI mengembangkan penilaian otentik (senyata-nyatanya).

Peserta didik tidak hanya dinilai pada hasil belajarnya saja. Peserta didik sudah dapat dinilai sejak dalam proses pembelajaran. Guru PAI menilai sikap peserta didik melalui observasi, menilai pengetahuan dengan tes tertulis atau lisan, dan menilai ketrampilan dengan unjuk kinerja atau praktik.

Direktur PAI menambahkan, bahwa perubahan kurikulum 2013, sejatinya untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, baik pada aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kebutuhan peserta didik belum tuntas, jika hanya mampu menguasai dan mempraktikkan pengetahuan saja.

Dan baru sempurna, jika berdampak bagi pembentukan karakter dan perbaikan sikap spiritual, serta sosial, tutur Direktur.

Terkait penyelenggaraan bimtek kurikulum 2013 PAI di atas, menurut Koordinator Implementasi Kurikulum 2013 PAI, Syafrizal, bimtek ini merupakan perluasan cakupan kegiatan bimtek yang diselenggarakan oleh Kemenag Provinsi / Kabupaten / Kota.

Kasubdit PAI SD ini, menambahkan bahwa bimtek ini dikhususkan bagi guru-guru PAI dari daerah-daerah bukan perkotaan, seperti daerah pinggiran, pedalaman, dan terpencil. (Machfudh)

Tidak ada komentar: