Senin, 06 Oktober 2014

Al Quran Membawa Misi Perubahan

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin, mengungkapkan bahwa setiap pelaksanaan peringatan Nuzulul Qur’an, umat Islam senantiasa meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang relevansi pesan-pesan Al-Quran.

 Sebagai rujukan utama dalam membangun tatanan kehidupan umat manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal itu, disampaikan Lukman HS, saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Nuzulul Qur’an, Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, bulan Juli yang lalu.

“Al Quran membawa misi perubahan, memungkinkan masyarakat mewujudkan peradaban baru, berkat kemampuannya mengembangkan IPTEK dan pengamalan hukum-hukum Ilahi, baik yang termaktub dalam kitab suci, maupun yang terbentang di alam raya, ungkapnya.

Al Quran, lanjutnya, merupakan kitab yang tidak hanya untuk orang Arab, pada awal abad ke 7 M, tetapi juga untuk masyarakat modern, bahkan untuk masyarakat dunia yang akan datang.

“Sebagai kitab suci, bagi masyarakat yang berkebudayaan dan berperadaban maju, Al Qur’an tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama, mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya atau lingkungan, tetapi juga mengandung berbagai isyarat tentang IPTEK, alam yang dapat dijadikan motivasi dan inspirasi dalam berbagai rekayasa, baik rekayasa sosial maupun rekayasa teknik, papar pria yang akrab di sapa LHS.

Diakhir sambutannya, Menag berpesan, agar peringatan Nuzulul Quran, hendaknya dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan interaksi umat Islam terhadap Al-Quran, bukan hanya sebagai pembaca pasif, tetapi hendaknya meningkat menjadi pembaca kritis, mempertanyakan hakekat sebagaimana diajarkan oleh Al Quran itu sendiri.

“Mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an, tidak terbatas dalam konteks bacaan tekstual, tetapi lebih dari itu mempelajari dan mendalami seluruh kandungan Al Quran, dalam berbagai seginya secara utuh dan komprehensif, tandasnya. (Machfudh)

Tidak ada komentar: