Kamis, 23 Oktober 2014

Indonesia Hebat dalam Persatuan dan Kesatuan

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Nur Syam, mewakili Menteri Agama RI, membuka secara resmi kegiatan Swayamvara Tripitaka Gatha (STG), tingkat Nasional IX  Tahun 2014, berlangsung 20 - 15 Oktober  di Hotel Mercure, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Pembukaan STG IX, pada Selasa (21/10-2014), ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekjen Kemenag, didampingi Dirjen Bimas Buddha, Dasikin. Wakil Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Suhadi Sendjaja. Dan,  Sekjen Konferensi Agung Sangha Indonesia (Kasi), Bhikkhu Dhammakaro Thera. Hadir dalam pembukaan ini, para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama RI, serta Asisten Kesra provinsi DKI Jakarta, Bambang Sugiono.

Dalam kesempatan ini, Sekjen membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI ke 21, Lukman Hakim Syaifuddin, meyakini bahwa Indonesia akan hebat dan jaya dengan Sang Saka Merah Putih dan Bhinneka Tunggal Ika, jika semua mampu menjaga dan merawat bangunan keindonesiaan dalam semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk itu, mari kita persembahkan karya dan amal bakti untuk Indonesia, yang lebih baik dan sejahtera,” ungkapnya.

Diharapkannya, bahwa kegiatan STG tingkat nasional ini, dapat menjadi proses pembelajaran yang baik, serta pembangkit motivasi bagi para peserta untuk menumbuhkan keyakinan, rasa persatuan, dan kesatuan, sebagai modal sosial membangun bangsa. Kegiatan STG yang dulu, bernama Festival Seni dan Baca Kitab Suci Dhamapada, diharapkan pula menjadi ajang bagi umat Buddha, untuk menunjukkan ketrampilan, baca kitab suci, olah seni, olah suara dan budaya.

Kegiatan lomba ini, sekaligus diharapkan memacu minat generasi muda Buddhis, untuk mempelajari keragaman irama, lagu, maupun cara melantunkan teks-teksi sucinya. Hal itu, akan semakin menumbuhkan kecintaan umat Buddha, terhadap seni baca kitab yang membangkitkan rasa keragaman budaya dan pendakian spiritualitas.

“Berbahagialah saudara sekalian, bahwa kegiatan lomba Swayamvara Tripitaka Gatha, sebagai kegiatan umat Buddha yang diapresiasi oleh pemerintah, dan memperebutkan piala bergilir Presiden RI. Piala Presiden ini, hasil karya anak bangsa mendiang, Banten Giriraktito Mahathera,” jelasnya.

Selain itu, diimbau agar spirit sportifitas tetap dijaga selama perlombaan. Kompetsisi dan persaingan yang sehat dibangun dan dibingkai, dengan sikap saling menghormati sesama kontingen. Sehingga STG, bukan semata-mata uintuk mencari pemenang dan juara, serta lebih sekedar menjadi sang juara, namun kegiatan ini, mempunyai makna penumbuhan rasa percaya diri, potensi, sportifitas, kejujuran, adalah hal yang harus dipupuk dalam arena kehidupan yang lebih luas.

Sementara. Ketua Panitia STG IX. Caliadi melaporkan, STG tingkat Nasional IX  tahun 2014, diikuti oleh 29 kontingen, mewakili provinsi se-Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 1.189 orang. Tema yang dipilih dalam kegiataan STG IX ini, adalah Kita tingkatkan pengabdian dan kebersamaan dalam pembangunan bangsa.

Cabang yang dilombakan pada STG IX, di Jakarta tahun 2014, antara lain; lomba baca Dhamapada (berkelompok 4 orang), lomba baca Parita (Bahasa Pali berkelompok 3 orang), lomba melafalkan  Sutra/Mantra (Bahasa Sanskerta, berkelompok 4 orang), dan lomba melafalkan Liamkeng (Bahasa Mandarin berkelompok 5 orang).

Selain itu, lomba Dhammadesana dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin; semuanya untuk kelompok perorangan putera dan puteri.

Ada juga lomba menyanyi solo putera dan puteri, lomba seni patung bernuansa Buddhis berbahan lilin perorangan, lomba paduan suara (12 orang) dan ditambah Eksibisi yaitu lomba seni tari kreasi Buddhis (8 orang) dan Drama cerita Buddhis satu babak berkelompok 8 orang.  STG IX di Jakarta ini juga dimeriahkan dengan pameran. (Machfudh)

Tidak ada komentar: