Kamis, 16 Oktober 2014

Kriteria Menteri Agama Ala LHS





Momen Rapat Pimpinan Unit Eselon I, Kementerian Agama RI, Tahun Anggaran 2014, Bandung, Selasa (14/10-2014), dimanfaatkan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin (LHS) untuk berpamitan.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan pamitan kepada saudara-saudara sekalian, bahwa tanggal 20 Oktober nanti, kita akan memiliki Presiden baru. Pak Jokowi, Insya Allah, akan dilantik di MPR. Pada saat itulah, kita punya pemerintahan baru dan dalam hitungan satu dua hari, kita memiliki kabinet baru,” ujarnya dalam sambutannya, tampak keheningan menyelimuti seluruh peserta.

Terlepas siapa yang akan menjadi Menteri Agama pada kabinet mendatang, hal ini kemudian mengundang tanya kalangan wartawan, tentang siapa sosok Menag yang ideal menurut Menteri Agama yang sekarang.

Mendapat pertanyaan itu, LHS berharap Menteri Agama yang akan datang, adalah sosok yang bisa memahami peran dan fungsi agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Agama adalah mutlak dalam membangun karakter dan bangsa kita. Jadi, agama merupakan unsur mutlak dalam nation and character building. Saya pikir itu kerangka besarannya,” terangnya.

Menurut LHS, Menag yang akan datang sebaiknya orang yang paham, bahwa agama merupakan sesuatu yang sangat penting. Dikatakannya, bahwa bangsa ini tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai agama dalam semua sektor kehidupannya. Karena nilai agamalah yang menyatukan keberagaman di Indonesia ini.

“Semua kita mempunyai keyakinan dan kepercayaan, bahwa nilai agama harus dijunjung tinggi. Karenanya, agama itulah yang menyatukan kita di tengah keragaman yang sangat majemuk,” katanya.

Faktor lainnya, lanjutnya, adalah kemampuan untuk  meningkatkan fungsi pelayanan di semua sektor Kementerian Agama, utamanya yang terkait dengan tranparansi dan efisiensi.

“Bagaimana transparansi bisa diwujudkan, efisiensi bisa ditegakkan, sehingga kepercayaan publik bisa diraih. Saya berharap Kemenag bisa menjadi teladan dan contoh, bahwa pemerintahan yang bersih dan baik, Reformasi Birokrasi itu, betul-betul bisa terwujud dalam kemenag,” terangnya. (Machfudh)

Tidak ada komentar: