Rabu, 22 Oktober 2014

Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa ke Masa

Pada 678 H, Sultan Manshur Qalawun Ash-Shalihi memerintahkan pembangunan kubah di atas kamar Rasulullah. Kubah itu berupa segi empat di bagian bawah dan segi delapan di bagian atasnya.

Kubah ini terbuat dari papan yang dilapisi lempengan timah. Kemudian pada tahun 755-762 H, An-Nashir Hasan bin Muhammad bin Mawun memperbarui lempengan-lempengan timah yang menghiasi bagian luar kubah.

Pada 765 H, Sultan Sya’ban bin Husain melakukan beberapa perbaikan pada kubah tersebut. Kemudian pada 881 H, Sultan Qait Bay mengganti kubah yang terbuat dari papan dengan sebuah kubah mungil nan cantik yang diletakkan di bawah kubah utama.

Pada 886 H, kubah tersebut terbakar seiring terjadinya kebakaran yang kembali melanda Masjid Nabawi. Sultan Qait Bay membangun kembali kubah dengan bahan bata merah pada 892 H.

"Saat kerapuhan tampak menggerogoti kubah, dia lagi-lagi melakukan perbaikan dan pembangunan sehingga tampak kuat dan kukuh kembali," kata Drs Ikhwan M.Ag dan Drs Abdul Halim dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah.

Daulah Utsmaniyah turut berperan dalam perbaikan kubah masjid. Pada 974 H, Sultan Sulaiman Al-Qanuni memperbaiki lempengan timah kubah dan membuat replika bulan sabit untuk diletakkan di atas puncak kubah. Pada 1228 H, Sultan Mahmud II dari Daulah Utsmaniyah kembali melakukan perbaikan dan mengecat kubah dengan warna hijau.

Sejak saat itu, kubah Masjid Nabawi kemudian sangat identik dengan warna hijau setelah sebelumnya identik dengan warna putih atau biru. Sejak awal pemerintahan Kerajaan Arab Saudi hingga 1431 H, kubah Masjid Nabawi sudah berkali-kali mengalami perbaikan.

Kerajaan Arab Saudi yang seringkali melakukan renovasi dan perlindungan kubah ini tetap menjaga warna hijau yang menjadi ciri khas Masjid Nabawi. (Machfudh)

Tidak ada komentar: