Minggu, 26 Oktober 2014

Melihat Peradaban Islam dari Museum Dua Masjid Suci

Exhibition of Two Holy Mosques Architecture Masjdil Haram dan Masjid Nabawi. Itulah tulisan  yang terpampang di dinding kiri dan kanan, pintu masuk museum arstiketur, di sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram, Makkah.

Sebelum memasuki museum tersebut, yakni di sebelah kanan dan kiri pintu masuk, berjejar beberapa wadah air zam-zam, persis seperti yang ada di Masjidil Haram, maupun Masjid Nabawi. Sehingga pengunjung museum, bisa menikmati air zam-zam secara gratis.

Museum ini sangat berbeda dengan museum di Indonesia. Museum kedua masjid ini, meskipun tak begitu luas dan koleksinya pun tak sampai ratusan jumlahnya, tetapi setiap benda maupun foto yang dipamerkan sangat berarti.

Apalagi bagi umat Islam di dunia. Karena menggambarkan, bagaimana sejarah arsitektur dua masjid suci yang ada di Kota Makkah dan Madinah.

Di museum ini, ada koleksi yang sudah ada sejak zamannya Abdullah Ibn az-Zubair, sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni; tiang ,kayu salah satu Ka'bah yang dipasang tahun 65 Hijriah.  Di museum ini, ada tangga kayu ke pintu Ka'bah, dipergunakan tahun 1240 Hijriah, dan pintu Ka'bah yang dipasang tahun 1363 H.

Sementara itu, di area koleksi yang berkaitan dengan sumur zam-zam, dipamerkan bekas railing sumur zam-zam. Terdapat juga kerek sumur zam-zam lengkap dengan ember dari kuningan, digunakan untuk menimba air. Saat ini, bangunan tua sumur zamzam sudah dibongkar, ketika dilakukan perluasan Masjidil Haram.

Karena itu, museum ini sangat diminati pengunjung museum yang berasal dari berbagai belahan dunia. Apalagi bersamaan dengan musim haji. Mereka berasal dari  Bangladesh, India, Nigeria, Malaysia, Singapura, Turki, Cina, Thailand, Uzbekistan, Pakistan, dan sebagainya. (Machfudh)

Tidak ada komentar: