Jumat, 31 Oktober 2014

Misi Nabi Muhammad SAW - Melepaskan Beban dan Belenggu Umat Manusia

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menjadi hari besar Umat Islam dan selalu diperingatinya. Dimana pun, semua umat Islam menyelenggarakan perayaan tersebut, tentunya bertujuan untuk mengingat kembali akan perjuangan Nabi SAW.

Dr. Ali Nurdin, menguraikan tiga misi sosial Rasulullah SAW dengan mendasarkan Q.S. Al A’raf (7) Ayat : 157.

(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka (mengerjakan) yang ma’ruf dan melarang mereka dari (mengerjakan) yang munkar, dan menghalalkan bagi mereka segala hal yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, serta membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakanya, dan menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Pertama, misi amar ma’ruf nahi munkar. Ma’ruf dimaknai sebagai segala hal yang disepakati secara konsensus oleh masyarakat tertentu, sebagai tradisi. Jadi, segala hal yang menyalahi konsensus tersebut, dinilai sebagai munkar.

Namun yang harus digarisbawahi, fitrah manusia itu cenderung pada kebaikan, sehingga apapun yang dikonsensuskan, sesungguhnya bertujuan untuk kebaikan manusia. Ma’ruf sangat dinamis, maka terbuka kemungkinan untuk ditinjau kembali dan bisa berubah.

Kedua, misi menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Poin ini, jangan diasumsikan bahwa Islam hanya berkutat pada hal yang normatif saja. Sesungguhnya aspek ini, merupakan upaya Islam untuk menata kehidupan umatnya secara baik, terhindar dari segala hal yang buruk.

Rejeki dan makan-minum yang halal akan membentuk kepribadian yang baik pada diri umat Islam. Ini modal penting untuk membangun kehidupan sosial yang terbaik.

Ketiga, misi untuk melepaskan beban dan belenggu umat manusia. Misi ini menegaskan, betapa Rasulullah SAW sangat peduli untuk membahagiakan umatnya, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak. Sampai-sampai, betapa keras kepedulian Rasulullah digambarkan dalam Surah Ash-Sharh/94.

Dengan surah ini, seakan-akan Allah ingin menggembirakan Nabi Muhammad di tengah kerasnya upaya beliau membimbing umatnya.

Dalam kerangka tiga misi sosial Rasulullah tersebut, siapa saja yang mengikutinya maka sungguh dia telah memuliakan beliau, sebagai bentuk keimanan seseorang dan upaya mengikuti ajaran Al Quran. Dan, barangsiapa yang memuliakan Rasulullah, maka dia tergolong orang-orang yang beruntung, sebagaimana disebutkan dalam Ayat Al Quran di atas. (Machfudh)

Tidak ada komentar: