Minggu, 06 Juli 2014

Dalil-Dalil Keutamaan Berdzikir



Al Qur’an dan As Sunnah, banyak menerangkan mengenai keutamaan berdzikir kepada Allah SWT. Baik yang sifatnya muqayyah (tertentu dan mengikat), maupun sifatnya muthlaq (setiap saat). Alangkah baiknya jika perlu memahami terlebih dahulu mengenai sifat-sifat dzikir tersebut, semoga bermanfaat dan bertambah keimanan dalam berdzikir. Aammiinn.

Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa ada dzikir yang bersifat mugayyah. Yaitu waktu, bilangan dan caranya terikat sesuai dengan keterangan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Tidak boleh, siapa pun untuk menambah atau mengurangi bilangannya, atau menentukan waktunya tanpa dalil.

Sedangkan dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir disetiap keadaan. Baik saat berbaring, duduk, maupun berjalan. Namun, tidak boleh berdzikir atau menyebut nama Allah SWT ditempat-tempat kotor dan najiz, seperti kamar mandi atau wc.

Sebagaimana diterangkan oleh A’isyah, dia berkata; “Bahwa Rasulullah SAW berdzkir disetiap keadaan.” (Hadits Riwayat Muslim)

Diantara ayat-ayat yang menjelaskan keutamaan berdzikir, adalah sebagai berikut; Surah Al Baqarah ayat 152, Allah SWT berfirman;

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu*), dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Q.S. 2 : 152)

*) Maksudnya: aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.

Dalam surah Al Ahzab ayat 41, Allah SWT berfirman;

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (Q.S. 33 : 41)

Serta dalam surah Al Ahzab ayat 35, Allah SWT berfirman;

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin*), laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. 33 : 35)

*) Yang dimaksud dengan Muslim di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud dengan orang-orang mukmin di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.

Firman Allah SWT, dalam surah Al A’raaf ayat 205;

Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.” (Q.S. 7 : 205)

Sedangkan terdapat pula dalam beberapa hadits yang menerangkan mengenai keutamaan berdzikir,yaitu diantaranya;

Rasulullah SAW, bersabda; “Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah, adalah seperti orang yang hidup dan mati. (Hadits Riwayat Al Bukhari No.6407, dan Muslim 1/539 No.779)

Hadits lain, dari Abdullah bin Busrin R.A. bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW; “Ya Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam telah banyak atasku, maka kabarkan kepadaku dengan sesuatu yang aku akan mengikatkan diriku dengannya?”

Rasulullah SAW, menjawab; “Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah.” (Hadits Riwayat At-Tirmidziy 5/458 dan Ibnu Majah 2/1246, lihat Shahiih Sunan At-Tirmidziy 3/139 dan Shahiih Sunan Ibni Maajah 2/317)

Rasulullah SAW bersabda; “Bertasbih, bertakbir, dan bertahmid-lah kalian pada setiap selesai shalat wajib sebanyak 33 kali.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Demikianlah dalil-dalil mengenai keutamaan berdzikir, semoga bermanfaat dan menambah keimanan serta selalu mengagungkan nama-Nya disetiap keadaan. Karena Allah SWT mengancam orang-orang yang lalai mengingat nama-Nya.

Allah SWT berfirman dalam surah Az Zumar ayat 22;

Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (Q.S. 39 : 22)

Demikianlah sedikit yang sang Fakir ketahui, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila terdapat kata-kata yang salah itu datangnya dari sang Fakir, dan kebenaran hanya dari Allah SWT. Aammiinn. (Machfudh)

Tidak ada komentar: