Jumat, 04 Juli 2014

DR. Ahmad Kusyairi Suhail, Lc, MA. Raih Kebaikan Hidup Lewat Al Kautsar

“Setiap orang mendambakan kebahagiaan dan kesuksesan,” kata DR Ahmad Kusyairi, MA. pada pengajian, 27 April yang lalu di Masjid Kota Wisata Cibubur, Bogor. Bahkan cakupannya, menurutnya, bukan hanya individu, namun juga keluarga, masyarakat dan negara.

Dalam konsep agama Islam, rumusan kebahagiaan dan kesuksesan, tidak hanya berdimensi dunia tapi juga mencakup akhirat. “Jalan untuk menggapai kebahagiaan tersebut, telah dijelaskan Allah SWT dalam Al Qur’an, salah satunya dalam Surah Al Kautsar,” ungkapnya.

Dalam konsep agama Islam, rumusan kebahagiaan dan kesuksesan tidak hanya berdimensi dunia namun juga akhirat. Dan jalan untuk menggapai kebahagiaan tersebut  telah dijelaskan Alloh SWT dalam al-Quran, salah satunya dalam surat al-Kautsar.

“Al Kautsar berarti Kebaikan yang Melimpah. Cukup bisa memberikan inspirasi kebaikan. Jika kita mampu mentadabburinya, maka kebahagiaan dan kemakmuran bukanlah sebuah mimpi, ia bisa diraih dengan menapaki petunjuk jalan Ilahi,” tandas DR Ahmad Kusyairi.

Apa sesungguhnya rahasia yang disampaikan Allah SWT dalam surah Al Kautsar, sebagai sebuah petunjuk untuk meraih kebaikan hidup yang melimpah? “Untuk memahaminya, mari kita pelajari kondisi dan latar belakang diturunkannya surah ini,” ujarnya.

Surah Al Kautsar termasuk dalam surah Makkiyah, secara umum menggambarkan suasana dakwah Islam yang dipimpin oleh Rasulullah SAW. Ketika itu, beliau mendapat pertentangan dan fitnah dari pihak musuh berupa opini publik yang menyesatkan terhadap diri Rasulullah SAW.

“Isu yang disebarkan, bahwa Rasulullah adalah seorang Al Abtar, yang berarti terputus generasi. Hal ini dilatar-belakangi karena Rasulullah tidak memiliki anak laki-laki, sehingga dakwahnya tidak akan berkembang,” jelas DR Ahmad Kusyairi.

Sebagai manusia biasa, tambahnya, Rasulullah pun terpengaruh secara psikologis. “Rasulullah merasa sedih, apalagi saat itu dihadapkan pada fenomena masyarakat yang membanggakan jika memiliki anak laki-laki,” tambahnya.

Ditengah kesedihan Rasulullah SAW, maka Allah SWT menurunkan Surah Al Kautsar. “Sebuah surat laksana oase di padang pasir atau embun pagi yang menyejukkan. Sebagai penghibur yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar DR Ahmad Kusyairi.

Dalam Hadits Riwayat Annas Ibnu Malik, menceritakan bahwa; “Ketika kami bersama Rasulullah, tiba-tiba beliau tertidur ringan. Tak lama kemudian, Rasulullah terbangun dan tersenyum. Lalu sahabat bertanya; ‘Apa yang membuat engkau tersenyum, wahai Rasulullah?’ dan Rasulullah menjawab; ‘Sungguh barusan telah turun Surah Al Qur’an dari Allah SWT melalui malaikat Jibril, yakni Surah Al Kautsar’.”

“Surah ini terdiri dari tiga ayat, yaitu pertama Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Kedua, Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Dan Ketiga, Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus,” terang DR Ahmad Kusyairi.

Menurutnya, ayat pertama Surah Al Kautsar itu menggambarkan simbol kedekatan Allah SWT, berupa dialog langsung untuk menghibur Nabi Muhammad SAW ditengah isu negatif. “Para ulama menafsirkan Al Kautsar adalah sebuah kebaikan yang melimpah. Diantara kebaikan tersebut adalah kenabian,” jelasnya.

Selain itu, tambah DR Ahmad Kusyairi, kebaikan lain seperti Al Qur’an, banyaknya jumlah umat, serta ketinggian keluhuran penyebutan nama Nabi Muhammad SAW. “Saat Rasulullah ditanya apa itu Al Kautsar? Rasulullah menjawab; ‘Sebuah telaga yang dijanjikan Allah SWT di akhirat buat umatnya,” paparnya.

Beragam pendapat yang mengartikan kata Al Kautsar, tidaklah kontradiktif. “Sebuah kata yang merupakan turunan (derivasi) dari kata Al Kasroh, yang maknanya baik. Kebaikan yang melimpah meliputi dimensi dunia dan akhirat,” tandasnya.

Lalu, apa kunci agar kita mendapatkan Al Kautsar? Berdasarkan surah diatas, ada dua konsep utama untuk meraih kebaikan yang melimpah, tertera dalam ayat kedua. “Yaitu mendirikan shalat dan memiliki semangat berkorban. Shalat itu simbol kuat hubungan hamba dengan sang Kholiq, sedangkan berkorban adalah spirit untuk membela agama Islam. Baik berupa harta, tenaga, maupun jiwa,” papar DR Ahmad Kusyairi.

Jadi, jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan kebaikan hidup yang melimpah, kalau tidak menghadirkan shalat dan berkurban terbaik. “Lalu, ayat ketiga menjelaskan siapa sejatinya yang disebut Al Abtar. Musuh Islam menyudutkan Nabi Muhammad SAW, namun Allah SWT membantah. ‘Sesungguhnya orang yang memusuhimu adalah Al Abtar yang hakiki’,” jelasnya.

Merekalah yang terputus dari rahmat dan hidayah Allah SWT, tambah DR Ahmad Kusyairi, sementara dakwah Al Qur’an dan Iman merupakan Al Kautsar. “Dan cara untuk mendapatkan Al Kautsar yaitu dengan mendirikan shalat dan semangat berkorban yang terbaik buat agamanya,” tandasnya mengakhiri pengajian. (Machfudh/Berbagai Sumber)

Tidak ada komentar: