Minggu, 06 Juli 2014

Syarat Jadi Muslim Handal

Seorang muslim janganlah hanya sekedar identitas saja, namun jadilah seorang muslim yang paham dan mengamalkan, Al Qur’an dan As Sunnah. Ketika seorang muslim membaca dua kalimat syahadat, maka konsekuensinya ia harus memiliki perasaan terpanggil oleh isu-isu ke-Islam-an.

Berusaha mencari solusi dari permasalahan hidup yang berbasis Islam, serta memiliki daya ketertarikan terhadap perkembangan dunia Islam. Bahkan didalam dirinya tertanam keinginan untuk mendalami pengetahuan tentang Islam itu sendiri.

Sehingga menjadi pondasi dan motivasi yang kuat dalam menjalankan syariat Islam. Kalau sudah begitu, maka dapat dikatakan dia itu sebagai seorang muslimyang handal. Seorang muslim yang memiliki sinkronisasi antara identitas, pengetahuan dan pengamalan secara utuh dan konsisten.

Berdasarkan beberapa sumber dan rujukan, ada sekurangnya tiga syarat yang harus dimiliki seseorang, agar menjadi seorang muslim yang handal. Tidak terpengaruh dengan apa pun latar belakang, profesi dan tingkat pendidikannya. Ketiga syarat itu, adalah sebagai berikut;

Pertama, memahami teori ke-Islam-an. Menjadi seorang muslim yang handal, haruslah paham terhadap teori ke-Islam-an. Pengalaman ajaran Islam haruslah berbasis pengetahuan, bukan atas dasar ikut-ikutan.

Apalagi pengamalan yang menyangkut rutinitas ibadah ritual, misalnya sholat, puasa dan lain sebagainya. Janganlah memiliki pandangan bahwa urusan agama adalah urusan ustadz atau kyai. Seorang muslim wajib mencaritahu mengenai pengetahuan tentang Islam, maka ketika melakukan sesuai dengan rujukan yang bisa dipertanggung-jawabkan.

Sehingga dalam dirinya muncul keyakinan yang benar-benar dari hatinya, serta pengakuan bahwa selain Allah SWT tidak ada yang patut disembah, bukan hanya sekedar simbol tapi pelaksanaan dan kehidupan sehari-hari.

Kedua, menguasi bahasa Arab. Memahami bahasa Arab, merupakan sesuatu yang tidak mungkin ditinggalkan oleh setiap muslim. Karena, jika tidak maka akan mengalami kesulitan dalam mendalami pengetahuan tentang dunia Islam.

Selain itu, keseluruhan ajaran Islam diwariskan dalam bahasa Arab. Sholat, teks Al Qur’an, do’a-do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semuanya menggunakan bahasa Arab yang harus dipahami dengan bail dan benar, maka sebagai seorang muslim yang handal haruslah menguasai bahasa Arab.

Pada awal abad 4 hijriah, semua ulama disaat umat Islam dalam puncak kejayaan, tidak ada yag menyatakan bahwa bahasa Arab itu tidak penting. Ibnu Khaldun, seorang pengelana di jaman itu, menuturkan bahwa seluruh tempat yang ia singgahi, menerapkan bahasa Arab.

Jadi bagaimana mungkin, seseorang yang telah menyatakan diri dan mengklaim telah menjadi muslim yang baik, namun dirinya tidak menguasai bahasa Arab.

Al Qur’an, adalah pedoman umat Islam yang diwariskan dalam bahasa Arab, kunci sukses dalam mendalaminya adalah pengetahuan atas bahasa Arab. Ketika mendalami Al Qur’an, janganlah mengedepankan terjemahannya saja, apalagi hanya membaca teks latinnya saja.

Ketiga, mengenal sejarah Islam. Memahami sejarah dan perjalanan ajaran Islam, wajib diketahui dan dipahami oleh seorang muslim yang handal, mulai dari kelahirannya sampai detik ini. Seseorang akan merasa percaya diri manakala dirinya mampu menjelaskan latar belakang asal usulnya, baik daerah maupun keturunannya.

Begitu pula dengan aqidah, seorang muslim akan merasa nikmat dan termotivasi dengan identitas ke-Islam-annya, ketika dirinya paham dan mengerti tentang sejarah Islam. Mengetahui dengan pasti apa itu Islam, bagaimana perjuangan serta puncak kejayaannya.

Sebaliknya, ketika seorang muslim tidak mengenal sejarah, maka dirinya akan gampang terpuruk pada sikap pesimis terhadap keadaan. Maka belajarlah memahami sejarah Rasulullah SAW, para sahabatnya, dinasti Umayyah, Abbasyiah, Usmaniah, dan lain sebagainya.

Sehingga seorang muslim yang handal memiliki pemahaman yang menandai, bahwa Islam memiliki formulasi yang unggul untuk menyelesaikan semua problematika jaman. Serta akan memiliki rasa percaya diri, sebagai seorang muslim yang handal.

Akhir kata, Sang Fakir mohon maaf, tidak ada maksud untuk menggurui, bahkan mungkin yang membaca jauh segalanya dari sang Fakir, hanya sekedar berbagi informasi dan mengharap ridha Allah SWT. Aammiinn. (Machfudh/berbagai sumber)

Tidak ada komentar: