Selasa, 01 Juli 2014

Tata Cara Ber-Wudhu

Mungkin sebagian orang sudah pasti mengetahui dan memahami bagaimana berwudhu, namun tidak ada salahnya hanya sebagai pengingat saja. Penulis hanya ingin mengutarakan bagaimana tata cara berwudhu yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, tidak ada niatan untuk menggurui.

Sebelum melaksanakan wudhu, adakalanya lebih baik membaca basmallah serta niat berwudhu. Hal tersebut dapat dilakukan di dalam hati. Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda;

Tidak sempurna wudhu seseorang, apabila tidak menyebut nama Allah (membaca Basmallah).” (Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir)

Setelah niat dan membaca basmallah, kemudian membasuh telapak tangan. Yaitu menyapu bersih telapak tangan sampai ke sela-sela jari jemari dan kuku pada jari. Hal tersebut dilakukan sebanyak tiga kali, barulah berkumur. Dalam berkumur ini, maksudnya memutar-mutar air di dalam mulut, lalu membuangnya.

Kemudian ber-istinsyaq atau istintsar, yaitu memasukkan air ke dalam lubang hidung dengan bantuan pernafasan, lalu mengeluarkannya kembali. Istinsyaq ini disunahkan dilakukan dengan kuat, kecuali dalam keadaan berpuasa, karena dikhawatirkan air akan masuk ke dalam perut.

Rasulullah SAW, bersabda; “Bersungguh-sungguhlah (melakukan) ketika istinsyaq, kecuali jika engkau sedang berpuasa.” (Hadits Riwayat Ahmad, Hakim, Baihaqi, dan dishahihkan oleh Ibnu Hajar)

Usai ber-istinsyaq, membasuh muka atau wajah. Adapun batasan dalam membasuh muka, yaitu dari tempat tumbuhnya rambut dikepala sampai dagu tempat tumbuhnya janggut. Selain itu, dari posisi telinga sebelah kanan sampai posisi telinga sebelah kiri.

Rambut yang tumbuh di wajah dan kulit dibawah wajah, wajib dibasuh jika rambut tersebut tumbuhnya tipis. Namun jika tebal, maka hanya diwajibkan untuk membasuh bagian permukaannya saja, dan disunahkan untuk menyela-nyelanya dengan jari tangan.

Kemudian membasuh kedua tangan, dimulai dari ujung jari sampai siku. Seperti yang diterangkan dalam Surah Al Maaidah Ayat 6. Allah SWT berfirman;

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Setelah membasuh kedua tangan, maka mengusap kepala dan kedua telinga. Dilakukan dari depan kepala sampai kebelakang, kemudian membasuh dan mengusap kedua telinga. Barulah membasuh kedua kaki, membasuh kaki ini hanya sampai kedua mata kaki.

Kemudian, selesai melakukan semua tersebut diatas, ditutup dengan membaca do’a selesai berwudhu. Seperti dalam Hadits Riwayat Muslim, tanpa tambahan; Allahummajlnii... dan Turmudzi dengan redaksi lengkap.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikan pula aku termasuk ke dalam orang-orang yang membersihkan diri.”

Setiap orang yang berwudhu, diwajibkan membasuh semua anggota-anggota wudhu secara berurutan (tertib), serta dilarang menunda dalam membasuh suatu anggota, menunggu anggota yang lain mengering setelah dibasuh.

Usai berwudhu, dibolehkan untuk mengeringkan anggota wudhu dengan menggunakan handuk atau lainnya, ataupun membiarkan basah lalu mengerjakan shalat. Demikianlah tata cara berwudhu, semoga bermanfaat. Aammiinn. (Machfudh)

Tidak ada komentar: