Senin, 07 Juli 2014

Sandy Tumiwa Mengucap Syahadat di Depan Habib Yaman

Berita mengenai kehidupan rumah tangga Sandy Tumiwa dan Tessa kini jadi perbincangan, terlebih lagi ketika Sandy Tumiwa kembali menjadi muslim dengan membaca dua kalimah syahadat di depan habib Faizal al Fagar yang berasal dari Yaman. 
Sandy sebelumnya terlahir di keluarga muslim. Ibunya, Amalia Nurshanty, SE, adalah seorang muslim keturunan keraton Yogyakarta. "Saya terlahir Islam," ungkap Sandy Tumiwa. Sedangkan ayahnya, Denni Wim Marcus Tumiwa, adalah pendeta yang kemudian menjadi muallaf.

Sandy memutuskan menjadi muallaf sejak 25 April lalu. Dia mengaku beruntung karena keputusannya kembali ke pangkuan Islam didukung sang istri, Tessa Kaunang. Memang, awalnya Tessa terkejut ketika Sandy mengutarkan niatnya. Namun, dia bisa memahami pilihan suaminya itu.

"Aku, minta izin sama istriku. Kata dia, 'Ya, sudah. Kalau itu sudah pilihan kamu, ya jalani.' Gitu saja," ujar Sandy menirukan ucapan Tessa.

Komisaris perusahaan investasi online bernama PT CSM Bintang itupun menceritakan perjalanannya kembali ke agama Islam. "Aku kembali ke Islam itu di Masjid Al-Ikhlas, kawasan Petukangan, Jakarta Selatan," kata Sandy dengan suara pelan, seperti dikutip dari Tabloid Genie.

Awalnya, dia tidak mau kabar kembali menjadi mualaf diketahui banyak orang. Sebab, dia khawatir keluarganya akan terganggu. "Tapi tidak ada salahnya juga orang tahu," ujar salah satu bintang film Anda Puas Saya Loyo ini, sembari tersenyum.

Menurut Sandy, Islam bukanlah agama yang asing untuknya. Ketika masih kecil, Sandy adalah seorang muslim. Dia baru pindah keyakinan ketika remaja.

Sejak memutuskan kembali mendalami agama Islam, dan berusaha untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. "Alhamdulilah, sekarang, papa tiri saya itu adalah seorang muslim yang taat. Saya juga belajar dari beliau. Dan sekarang saya sangat ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Sandy Tumiwa mengungkapkan bahwa dia dan Tessa bisa saling menghargai. “Apapun pilihan kita, semuanya nanti kita serahkan kepada Allah semata. Karena nanti di akhirat, kan kita tidak bawa ibu, ayah, istri, anak. Setelah meninggal, hidup kita ini, kan hanya Allah semata,” paparnya. (Machfudh)

Tidak ada komentar: